Jujur saja,saya adalah orang dari keluarga Petani yang hidup serba Pas-pasan.
Penghasilan utama hanya dari hasil Pertanian saja,terutama Padi.
Oleh karena itu,pada tahun 1994 istri tercinta saya bernama Cicah memutuskan untuk pergi bekerja sebagai Pembantu rumah tangga/TKW ke Saudi Arabia.
Selama proses menunggu itu,saya sehari-hari tetap bekerja di sawah bercocok tanam.
Tak lama 3 bulan kemudian,akhirnya kiriman wessel dari istri saya datang,kalau tidak salah waktu itu berjumlah sekitar Rp.6 juta an.
Betapa bahagia & terharunya hati saya waktu itu.Tak terasa air mata tergelincir ke Pipi.
Sejak saat itu,kiriman Uang pun datang berulang-ulang.Tak terasa kehidupan ekonomi saya pun sedikit ada perubahan.
Dan sampai pada waktu kontrak,yaitu selama 2 tahun,istri tercinta pun pulang ke rumah.
Semua anggota keluarga sangat bahagia,termasuk diri saya.
Singkatnya cerita,kami berkumpul kembali di rumah dalam keadaan sehat.
Waktu terus berlalu,sampai pada tahun 1997 istri saya meminta izin untuk kembali bekerja ke Saudi Arabia.
Saya tidak bisa berbuat apa-apa,selain mengizinkannya.
Maka,istri saya pun berangkat lagi ke Saudi Arabia.
Untuk masa kontrak yang ke-2 kalinya ini bertambah menjadi 3 tahun.
Perlu pembaca ketahui,keberangkatan istri saya ke Saudi Arabia ini terus berulang-ulang,hingga artikel ini saya tulis (Jumat,19 Juni 2009 ) istri saya berangkat untuk yang ke-5 kalinya.
Memang,secara materi saya sudah lumayan cukup.
Akan tetapi,secara hati (Bathin),saya merasa hampa alias kosong.Betapa tidak,tak bisa di pungkiri kebutuhan akan seks (Biologis) terus menggebu-gebu....!!!
Menurut saran pembaca,saya harus bagaimana ???
By : Suanda


